Thank you for your interest!

Add free and premium widgets by Addwater Agency to your Tumblelog!


To hide the widget button after installing the theme:

  1. Visit your Tumblr blog's customization page (typically found at http://www.tumblr.com/customize).
  2. Click on Appearance.
  3. Click Hide Widget Button.
  4. Click on Save+Close.

For more information visit our How-To's page.

Questions? Visit us at tumblr.addwater.com

[close this window]

02:59:38

Seandainya ada satu orang saja yang saat ini dapat aku ajak bicara dari hati ke hati. Orang yang ada di sini berikut raganya, bukan hanya seseorang atau beberapa yang hanya terjangkau melalui pesan instan atau pesan singkat.

Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan dan ku ceritakan dengan jujur kepada sosok satu orang itu. Siapa pun dia. Kepala ini rasanya mau pecah. Dada ini rasanya mau meledak.

Sebenarnya bisa saja aku berbicara pada Tuhan saat ini, tapi aku perlu mendengar pendapat langsung yang maha netral - tanpa memihak hal apa pun. Sementara aku tidak dikaruniai kemampuan untuk mendengar suaraNya secara langsung.

Bagaimana ini?

Kepala, bisa kamu diam sejenak?
Hati, bisa kamu tenang dulu?
Aku perlu tidur!

epicamanda:

QUALITY!

epicamanda:

QUALITY!

Grateful Of My Life. Mirror-Mirror On The Wall Part 2

Hari ini aku bertemu dengan seorang perempuan di cermin. Dia tidak cantik, tapi tidak juga buruk rupa. Dan dia banyak bercerita padaku:

“Waktu aku kecil dulu, kata Ibuku aku adalah anak perempuan tercantik yang pernah dilihatnya. Namun kemudian setelah aku besar, Ibuku sering berkata bahwa adikku lebih cantik dari aku. Aku sedih dan kecewa, bukan karena aku tidak cantik lagi, tapi karena aku tidak lagi istimewa di matanya…

Kemudian seiring berjalannya waktu, aku jatuh cinta beberapa kali. Dan para laki-laki itu jarang yang mengatakan bahwa aku cantik, tapi mereka berusaha mengatakannya dengan hal lain, seperti, “Kamu lucu.” “Kamu unik.”, “Kamu manis.”, atau “Kamu menarik.” tapi tidak pernah ada yang mengatakan “Kamu cantik.”

Jadi lalu aku tumbuh menjadi seorang perempuan yang merasa dirinya tidak cantik. Mungkin memang aku tidak cantik, tapi aku bersyukur karena aku lebih dari cantik. Aku tidak cacat, meskipun mataku kecil dan tidak lentik. Aku dapat melihat. Aku tidak cacat, meskipun hidungku tidak begitu mancung. Aku dapat mencium bau apa pun. Wangi apa pun, busuk apa pun.

Namun apa pun kata orang lain, aku percaya bahwa aku cantik di mata Tuhan - karena Tuhan selalu melihat hati, dan bukan rupa. Dan aku berterima kasih, karena Dia Yang Maha Sempurna telah menciptakan aku dengan sempurna dan memeliharaku sampai hari ini.”

Dan aku berterima kasih kepada perempuan yang aku lihat di cermin itu. Karena dia telah tumbuh menjadi perempuan yang kuat, perempuan yang tidak kenal putus asa, perempuan yang mau berjuang terus untuk hidup - tanpa peduli betapa keras hidupnya selama ini, betapa sepinya perjuangannya - karena dia percaya bahwa suatu hari nanti, bahagia bukan hanya sekedar kata-kata, namun akan menjadi miliknya juga. Dia percaya, bahwa jika lahir dan mati dialami oleh semua orang, maka bahagia juga.

Tidak ada perempuan yang sebaik dia, yang memiliki hati yang mampu memaafkan seberapa besar pun kesalahan orang lain seperti dia. Yang selalu menganggap para sahabatnya adalah adik dan kakaknya sendiri. Yang selalu mencintai dengan tulus, karena cinta itu sendiri - bukan karena latar belakang seseorang, atau keuntungan yang akan didapatnya karena mencintai.

Dan seraya memandangnya, aku mendoakannya dan aku berterima kasih padanya. Karena sampai hari ini dia masih percaya bahwa keajaiban itu ada, dan dia masih percaya akan cinta - tak peduli berapa kali hatinya pernah patah dan dikecewakan.

Terima kasih, perempuan kecil yang bayangannya ada di cerminku. Aku mencintaimu sama seperti aku mencintai hidup. Dan aku percaya, tak lama lagi kebaikan dan ketulusan yang telah kamu tabur akan mengalami masa panen raya.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih

Mirror-Mirror On The Wall

Selama delapan belas tahun aku berkaca, selalu ada perempuan seratus persen sama dengan ciri-ciri yang kupunya.

Ternyata perempuan itu yang selalu pergi kemana pun aku melangkahkan kaki. Perempuan berkulit sawo matang, berambut ikal, bermata coklat tua, itulah yang selalu kulihat. Sejak tinggiku masih kurang dari seratus, dan masih harus jinjit-jinjit dengan berbagai boneka di tanganku, aku senang berkaca.

Ku jejal pakaian berwarna-warni bagai sang putri lalu mengibaskan gaunku untuk menunjukkan dan meyakinkan perempuan di depan kaca bahwa gaunnya sudah layak dikenakan. Sejak dulu aku memang sudah terbuai dengan dongeng-dongeng dan cerita putri, tapi aku selalu ingin jadi putri dengan caraku sendiri.

Beranjak dewasa, gadis kecil di depan kaca yang selalu memamerkan gaunnya sudah tidak pernah muncul lagi. Ternyata, gadis kecil itu bertumbuh sekian lama menjadi perempuan dewasa.

Yang masih sesekali menggunakan gaunnya, masih sesekali meyakinkan dirinya. Jika sekarang ia menggunakan pemoles bibir, bertaruhlah itu sudah bukan lagi punya mamanya.

Pernah sesekali perempuan itu terlihat lesu sekali didepan kaca. Tak seceria biasanya. Tak bersemangat seperti biasanya. Pasti karena ulah hati yang patah lagi. Tapi aku tau, itu tak akan berlangsung lama.

Perempuan yang selalu ku lihat didepan kaca, hatinya kuat bagai baja. Tapi ia bisa selembut kapas putih, karena berkali-kali disakiti akhirnya memaafkan lagi karena itu yang membuatnya bisa pulih.

Hey, perempuan di depan kaca. Aku tau begitu banyak ketidaksempurnaan yang kau punya. Aku tau begitu banyak masa pahit yang kau pendam sendirian. Aku tau begitu banyak detil-detil perihal yang menyentil hatimu sehingga bisa seketika sentimentil.

Aku tau siapa yang dulu selalu membuatmu sore-sore menyisir rambutmu, memoleskan pemoles bibir dan melahirkan senyuman manis dan rona di pipimu. Tapi aku lebih tau, hatimu punya kekayaan yang bisa mengalahkan ketidaksempurnaan yang kau miliki.

Aku tau kebaikan hatimu punya obat untuk membius segala kepahitan yang kau hadapi. Aku tau. Dan aku berterima kasih untuk segala hal yang kau punyai, dulu, sekarang hingga nanti. Berputarlah didepan kaca sekali lagi, kuyakinkan kamu yang tercantik hatinya.

With avi. Lagi sakit tetep kece yah. Enam infus ditangan masih bisa senyum. Hahaha :D

With avi. Lagi sakit tetep kece yah. Enam infus ditangan masih bisa senyum. Hahaha :D

Orang sakit mana yang difoto langsung pose dengan peace? Just me. Aaaaaa kangeeeeeeeeen masa-masa itu :”)

Orang sakit mana yang difoto langsung pose dengan peace? Just me. Aaaaaa kangeeeeeeeeen masa-masa itu :”)

Ngga kebayang. Kalau aku udah pindah nanti, aku bakal kangen seberat-beratnya sama mereka. I love you, guys :”)

Ngga kebayang. Kalau aku udah pindah nanti, aku bakal kangen seberat-beratnya sama mereka. I love you, guys :”)

Ayu Maningsih dan Avilia Ditha. Dua orang ini sudah membuat saya merasa jauh lebih baik. Terima kasih untuk hari ini teman :”)

Ayu Maningsih dan Avilia Ditha. Dua orang ini sudah membuat saya merasa jauh lebih baik. Terima kasih untuk hari ini teman :”)

“Andin, aku cuma mau bilang kalau aku cinta sama gilang *mengecilkan suara*” | “Kenapa suaranya jadi lirih? Teriak aja kalau kamu mau min” | “Aku cinta sama gilaaaaaaaaaaaaaaaaang ndin.” *lega* *udah teriak ditelpon*

Kalau telponan sama sahabat selama satu setengah jam dan masih ada yang belom di omongin tuh rasanya…. “Kill me, God! Kill meeeeeee.”


(Source: suhou)

keepcalmandlovemanchesterunited:

According to a survey by leading market research agency, Kantar, Manchester United is the world’s most popular football club, with 659 million followers worldwide:
71 million in Americas
90 million in Europe
173 million in Africa and the Middle East
325 million in Asia

keepcalmandlovemanchesterunited:

According to a survey by leading market research agency, Kantar, Manchester United is the world’s most popular football club, with 659 million followers worldwide:

  • 71 million in Americas
  • 90 million in Europe
  • 173 million in Africa and the Middle East
  • 325 million in Asia

Fake smile. Fake feeling and Fake people. Is that YOU

Dengan hanya melihat matamu, aku langsung tau bedanya kamu sekarang dan dulu.

“Cetek secetek ceteknya perasaan sayang dia ke kamu.” Kurang lebih seperti itulah kalimat becandaan temanmu yang dilontarkan padaku. Ada benarnya juga.

Kamu mungkin bukan orang pertama yang mengecewakan aku, tapi kamu adalah orang pertama yang bilang sayang lalu mempermainkan hatiku.

“Ku ajak kau melayang tinggi, dan ku hempaskan ke bumi. Kau mainkan sesuka hati, lalu kau ku tinggal pergi.” - Baby Doll, Utopia. Hanya lirik ini yang bisa menafsirkan perasaanku saat ini.

Terbayang-bayang rasa bersalahku karena telah menyakiti wanita itu, aku tak menggambil kamu dari siapapun. Tapi aku merasa, aku seperti merebut permen dari seorang anak kecil.

Sakit. Luar biasa sakit. Aku ingin meminta maaf, tapi aku tidak tahu harus memulai darimana. Kenapa sakit? Karena aku bisa merasakan apa yang dia rasakan saat itu.

Harusnya, aku lebih mendengarkan perkataan adikku dan sahabatku. Harusnya, aku lebih mendengarkan perkataan teman-temanmu. Ku fikir kau sudah berubah, ternyata tidak lebih baik.

Ku kira, kau benar-benar menyukai wanita dari hatinya. Fisikku tidak buruk, tapi aku jauh dari sempurna, wajar saja bila aku selalu minder jika dikaitkan dengan mantan-mantanmu.

Aku fikir, kamu beda. Aku fikir, kamu adalah orang yang benar-benar mengerti aku. Aku fikir, kamu bisa menerima kekuranganku. Tapi ternyata kamu sama saja. Kamu mengeluh, komplen dan merautkan ekspresi kecut di wajahmu seakan tidak terima dengan apa yang aku lakukan dan apa yang aku katakan.

Mungkin aku bisa melupakan perasaanku secepatnya. Tapi aku sudah terlanjur cinta. Aku selalu mencoba untuk ilfeel, tapi tetap tidak bisa. Aku benar-benar tulus menerima kekurangan dan kelebihan kamu. Dan rasanya membuat semua jadi biasa itu sulit.

Aku tahu, sifat kita bertolak belakang. Aku yang begini dan kamu yang begitu. Tidak ada kesamapahaman diantara kita. Selalu saja berdebat. Selalu kelihangan topik saat sedang mengobrol, selalu sibuk dengan handphone saat kita tidak lagi berbicara. Tapi pada akhirnya selalu aku yang memulai pembicaraan. Selalu aku yang mengalah, selalu aku yang tidak ingin debat denganmu. Aku fikir, kita sama-sama lelah dan capek.

Tapi untuk apa merasa lelah dan capek? Kita kan hanya berteman, kita tidak ada hubungan apa-apa. Alangkah baiknya kita kembali seperti sebelum kau mengutarakan perasaan fake-mu itu padaku.

Ketika menyampaikan perasaan dan kepastian sudah diketahui. Walau berstatus teman. Aku fikir, hubungan kita bisa lebih baik. Tidak akan ada rasa gengsi untukku jika berkata “Hey, aku kangen kamu.”

Tapi kenyataan tidak selalu benar yang ada di dugaanku. Entah ini hanya perasaanku saja atau memang benar adanya, kamu berubah. Berubah menjadi sesosok pria yang membosankan, menyebalkan dan well-yea aku tidak ingin lama-lama mengobrol denganmu. Seperti itulah yang aku rasakan.

Kenapa jadi begitu? Apa ada yang salah denganku? Atau kamu yang belom bisa menerima bahwa kita berteman? Ini kan yang kamu mau. Ini jalan satu-satunya agar kita tetap baik dan tidak berselisih (seperti biasanya).

Ada yang mau kamu tanyakan? Fake feeling atau Fake people? Kenapa aku menyebutmu fake, karena kamu memang palsu.

Semua senyuman kamu, semua tatapan mata kamu, semua perasaan kamu. Itu palsu. Bagaimana aku mengetahuinya? Karena kamu sendiri yang memperlihatkannya padaku.

Males. Bosen. Lelah. Jengkel. Bete. Itu semua jelas terlihat. Saat pergi bersamamu, aku merasa sedang pergi dengan bayanganmu. Tidakah itu aneh. Tidak bercanda. Tidak mengobrol. Hanya sedikit yang kamu bicarakan. Itu jelas bukan kamu.

Tapi semua balik lagi ke diri kamu. Aku bukan penuntut atau pemaksa. Apa yang kamu lakukan ya itu terserah kamu. Hanya saja, kamu bisa melupakan perasaan fake kamu ke aku. Itu jauh lebih baik. Aku juga tidak akan mengingatkan.

Aku capture-hunter. Kamu tahu itu kan? Setiap perkataan manis kamu selalu aku capture. Tapi, tahu kah kamu jika aku sudah menghapus semuanya. Aku tidak ingin mengingatnya lagi. Semua yang kamu katakan jauh dari kenyataan. Kamu tidak ingin aku sebut sebagai pembohong kan? Maka bersikaplah seperti biasa.

Aku tidak akan merasa tersakiti lagi, tidak akan merasa dikecewakan atau dipermainkan lagi. Aku tahu kamu palsu, jadi tolong. Bersikaplah seperti tidak terjadi apa-apa.

Kamu udah aku anggap seperti kakak aku sendiri. Setidaknya kamu bisa dengerin keluh kesah aku walaupun tidak bisa berbuat apa-apa. Cukup dengerin aja. Aku udah merasa lebih baik. Kalau orang lain bisa kamu tinggalkan, mungkin aku tidak bisa. Aku ngga pengin kamu pergi. Jangan tinggalin aku. Mungkin ini permintaan aku yang harus kamu kabulkan. Setidaknya kamu hanya mempunyai satu beban atas diri aku. Bukan sebagai teman. Tapi sebagai kaka :)

Sepertinya, ini bakal jadi tulisan terakhir aku tentang kamu. Tidak akan ada kisah lagi. Tidak ada yang special. Karena semua palsu, semu dan tidak nyata.

“Terlalu muda tuk bilang cinta. Perasaan yg kau harap sama. Tapi ternyata indahnya cinta. Aku tak merasa.” - Aku Ada Rahasia, Ten 2 Five

Indahnya jatuh cinta. Indahnya ketika aku bisa menulis lebih dari 140 karakter dalam twitter maupun blog tentang kamu. Tapi sekarang, semoga tidak menjadi sedih yah. Keep Fighting, Yasmin :))

Kepada : Yavie Gilang Pratama. Terima kasih ya. Aku bisa sabar, kuat dan tegar seperti ini juga karena kamu


This is not about me. But about what i like and what i love, like city lights views, fireworks, fashion, movie, music, food, sweeties words, my idol, my pet and YOU. I was stiff, flat and dreamers. I'm part of Manchester United Fans Club Indonesia. Someday, i believe i'll be Movie Director and Jazz Singer :))